Pelemahan Rupiah Tak Separah Krisis Moneter Tahun 1998

Jakarta-Pelamahan Rupiah Tak Separah Krisis Moneter Tahun 1998 Yang Sudah Di Tegaskan Oleh Pemerintah,Masyarakat Tidak Perlu Panik Terkait Narasi Sama Hal-nya Kejadian 1998.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengomentari ramainya pembicaraan publik tersebut. Ia berpandangan ketika dikaitkan dengan krisis saat rupiah anjlok ke Rp 17.000-an per dolar AS.

rupiah Rp 17.000 berangkat dari angka Rp 16.800—Rp 16.900 per dolar AS dan melalui proses volatilitas yang terjaga,” Ucap Misbakhun

Ia menuturkan, depresiasi nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini kurang lebih sekitar 5 persen. Sementara itu, pada masa krisis 1998 rupiah anjlok ratusan persen atau kurang lebih 750 persen.

Pelemahan Rupiah Yang Terjadi Saat Ini Dipengaruhi Oleh Tekanan Ekonomi Global,Bukan Karena Runtuhnya Fundamental Ekonomi Dalam Negeri.

Menkeu Purbaya mengungkapkan, pada puncak krisis 1998, Indonesia mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi  mencapai lebih dari 77 persen.

inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat hanya 2,41 persen, atau masih berada dalam rentang target pemerintah di kisaran plus minus 3 persen.

Kondisi Saat Ini Dinilai Berbeda Pada Krisis 1998 Pasalnya Indonesia Memiliki Fondasi Yang Lebih Kuat Dari Era Dulu.

Cadangan Devisa Indonesia Masih Dalam Kondisi Relatif Aman Untuk Menjaga Pasar Keuangan Negara Serta Kebutuhan Impor

Meski Rupiah Melamah,Pertumbuhan ekonomi Masih Menunjukkan Angka Positif.Konsumsi Masyarakat Tetap Bergerak,Investasi Di Beberapa Sektor Tertentu.

Pengamat Ekonom Optimistis Dalam Menyelesaikan Masalah Ini Karena Indonesia Mempunyai Pengalaman Pelemahan Rupiah Terparah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *