Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengomentari ramainya pembicaraan publik tersebut. Ia berpandangan ketika dikaitkan dengan krisis saat rupiah anjlok ke Rp 17.000-an per dolar AS.
rupiah Rp 17.000 berangkat dari angka Rp 16.800—Rp 16.900 per dolar AS dan melalui proses volatilitas yang terjaga,” Ucap Misbakhun
Ia menuturkan, depresiasi nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini kurang lebih sekitar 5 persen. Sementara itu, pada masa krisis 1998 rupiah anjlok ratusan persen atau kurang lebih 750 persen.
Pelemahan Rupiah Yang Terjadi Saat Ini Dipengaruhi Oleh Tekanan Ekonomi Global,Bukan Karena Runtuhnya Fundamental Ekonomi Dalam Negeri.
inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat hanya 2,41 persen, atau masih berada dalam rentang target pemerintah di kisaran plus minus 3 persen.
Kondisi Saat Ini Dinilai Berbeda Pada Krisis 1998 Pasalnya Indonesia Memiliki Fondasi Yang Lebih Kuat Dari Era Dulu.
Cadangan Devisa Indonesia Masih Dalam Kondisi Relatif Aman Untuk Menjaga Pasar Keuangan Negara Serta Kebutuhan Impor
Meski Rupiah Melamah,Pertumbuhan ekonomi Masih Menunjukkan Angka Positif.Konsumsi Masyarakat Tetap Bergerak,Investasi Di Beberapa Sektor Tertentu.
Pengamat Ekonom Optimistis Dalam Menyelesaikan Masalah Ini Karena Indonesia Mempunyai Pengalaman Pelemahan Rupiah Terparah.
