Jakarta-BI Naikkan Suku Bunga Sebesar 5,5 Persen Bagian Dari Menstabilkan Nilai Tukar Rupiah Serta Meningkatkan Imbal Hasil Portofolio Asing.
“Kenaikan struktur suku bunga SRBI dimaksud dilakukan sesuai mekanisme pasar dan untuk menjadikan investasi portofolio di Indonesia tetap kompetitif dengan negara lain,” Ucap Gubernur BI
BI juga menempuh langkah-langkah lainnya guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah Dengan pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap.
Hal ini juga untuk semakin meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor.
Sebagaimana diketahui, selama ini BI memberikan fasilitas swap lindung nilai bagi masuknya investasi asing melalui bank-bank di Indonesia yang kemudian meneruskan kepada BI.
penentuan tingkat swap yang reguler (reguler swap) tetap terus diberikan Bank Indonesia sesuai mekanisme pasar yang berlaku.
BI membuka kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan.
Instrumen tERSEBUT Untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan sasaran agar pertumbuhan Uang Primer (M0).
“Perluasan fasilitas repo ini akan menjadi instrumen utama dalam pengelolaan likuiditas moneter dibandingkan dengan mekanisme lain, termasuk melalui pembelian SBN dari pasar sekunder yang selama ini ditempuh Bank Indonesia,” kata Perry.
Baca Juga:https://liputananalis.com/2026/06/nanik-s-deyang-sudah-resmi-dilantik-sebagai-kepala-bgn/
Bank Sentral Menegaskan Akan Terus Memantau Berbagai Indikator Ekonomi Secara Cermat Dan Siap Mengambil Langkah Untuk Menajaga Stabilitas Makro Ekonomi.
Ke Depan,Arah Kebijakan Kenaikkan Suku Bunga Bergantung Pada Inflasi,Kondisi Nilai Tukar,Dinamika Ekonomi Global.
Meski Rupiah Mengalami Penurunan Tipis,Pemerintah Dan Bank Indonesia Optimis Bahwa Perekonomian Indonesia Memiliki Daya Tahan Yang Cukup Baik.
