Jakarta-Gubernur Dki Jakarta ikut serta dalam acara kegiatan bersih-bersih sungai untuk membasmi ikan sapu-sapu, “sapu-sapu itu memperlihatkan sifat yang ‘mengesalkan’. ucap pramono Pada saat Konferensi pers.
Saat menangkap ikan sapu-sapu berpura-pura lemas. Padahal ikan sapu-sapu memiliki sifat asli invasif dan mampu bertahan di lingkungan apa pun.Sifat invasif yakni ikan sapu-sapu kerap mengganggu keberadaan spesies ikan lokal. Ikan sapu-sapu membuat ikan-ikan lainnya tidak bisa hidup dan berkembang biak, keberadaan ikan sapu-sapu pun menggangu ekosistem sungai.
Selain itu, ikan sapu-sapu merusak struktur lingkungan perairan sungai. Pramono mengatakan ikan tersebut membuat lubang di tanggul dan tebing sungai sehingga berpotensi merusak infrastruktur sekitar lingkungan sungai.
ikan sapu-sapu termasuk dalam kategori spesies yang sangat tahan banting, karena dapat bertahan hidup dalam berbagai kondisi ekstrem, termasuk di perairan yang tercemar sapu-sapu bisa hidup di air kotor sekalipun. Ikan ini berasal dari Amerika Selatan dan di negara asalnya juga sudah menjadi sumber masalah lingkungan peraian sungai.
“Kalau toh masih bertahan hidup, sebagian digunakan untuk menjadi makanan untuk ternak setelah diproses dan sebagainya,” ucap pramono
Pramono menyebut semua hal itu juga dilakukan sebagai persiapan Pemprov DKI dalam menghadapi musim hujan yang diprakirakan akan berlangsung pada September mendatang hingga awal tahun 2027,langkah ini untuk mengantisipasi banjir di jakarta.
