Jakarta –Seluruh Rumah Warga Terendam Banjir Di Daerah Jakarta Timur, Semua Warga Mengungsi Ke Daratan tinggi.
“Data genangan dan banjir di Kota Jakarta Timur hari ini kondisi sampai dengan pukul 06.00 WIB sebanyak 11 RW, 22 RT,”Ucap Ketua Bpbd
Banjir mulai terjadi sejak Senin (4/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB dan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa jam.
“Banjir mulai terjadi sejak Senin (4/5) sekitar pukul 20.00 WIB dengan ketinggian awal berkisar 30 cm. Namun, air terus meningkat hingga pagi hari di sejumlah titik,” ujar Rangga.
Wilayah terdampak tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Jatinegara dan Kecamatan Kramat Jati, yaitu Bidara Cina Dan Kampung Melayu.
Di Kelurahan Bidara Cina, tepatnya di RW 003, RW 004, dan RW 011, ketinggian air meningkat dari 30 cm pada Senin (4/5) pukul 20.00 WIB menjadi 175-195 cm lebih pada pukul 06.00 WIB.
Lalu di Kampung Melayu, tepatnya di Jalan Kebon Pala II RW 04, RW 05, dan RW 08 air semula 30 cm naik menjadi 100-120 cm. Sementara itu di Cawang banjir semula ketinggian 30 cm menjadi 40-80 cm.
Kemudian, di Kelurahan Cililitan air semula 30 cm naik menjadi 40-90 cm. Sedangkan di Kelurahan Balekambang semula 30 cm hingga saat ini sudah surut.
Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan air.
kawasan ini memang merupakan daerah langganan banjir. Kenaikan debit air disebabkan oleh kombinasi curah hujan lokal yang tinggi dan juga air kiriman dari wilayah Bogor.
Seluruh Warga Dihimbau Waspada Ketika Hujan Turun Dengan Intensitas Tinggi Serta Melapor Ke Dinas Terkait
Dalam Kondisi Ini Pemerintah Jakarta Harus Berupaya Meningkatkan Pencegahan Banjir,Terutama pengelolaan Air Dari Bogor Agar Wilayah Jakarta Tidak Selalu Terdampak.
Pihak Warga Menuntut Solusi Permanen Untuk Dibuatkan Infrastruktur Penahan Air Dan Sistem Peringatan Dini.
