Jakarta – Produk Expor Indonesia Di Pasarkan Ke Uni Eropa Tanpa Pajak,pemerintah terus mendorong pembukaan pasar ekspor baru.
Perluasan Pasar Expor Indonesia Bertujuan Untuk Menjaga Pertumbuhan Ekonomi Dalam Negeri Supaya Stabil.
Ia mengatakan perluasan pasar global menjadi salah satu strategi pemerintah dalam merespons perlambatan ekspor dan dinamika ekonomi dunia.
“Langkah-langkah pemerintah terkait dengan ekspor, dalam (situasi) ketidakpastian ini, salah satunya adalah membuka pasar lebih luas,” kata Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan pemerintah tengah berkomunikasi dengan Uni Eropa untuk mendorong proses ratifikasi perjanjian perdagangan agar dapat berjalan sesuai lini masa yang diharapkan.
Menurut dia, proses tersebut saat ini masih dalam tahap penyelesaian teknis, termasuk penerjemahan dokumen ke 22 bahasa.
Airlangga menambahkan pembukaan akses pasar tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Selain Uni Eropa, pemerintah juga mendorong pemanfaatan kerja sama perdagangan dengan negara lain, termasuk Kanada.
Ia menyebut Indonesia telah memiliki perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Kanada yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas ekspor.
kerja sama ekonomi dengan Inggris juga tengah didorong menuju FTA, atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
Pemerintah Pun Mengajak Negara ASEAN Membahas Tentang Penguatan Pangan Dalam Kawasan Asean Economic Ministerial Meeting.
Pembahasan Mencakup Respons Negara Asean Terhadap Krisis Pangan Dan Energi Dan Pangan Termasuk Strategic Petroleum Reserve.
Langkah Ini Untuk Mengantisipasi Ancaman Iklim El-Nino Sebagai Persiapan Negara-Negara Asean Menghadapi Iklim Tersebut,Seperti Stok Cadangan Minuman.
