Jakarta – Bank Indonesia (BI) buka suara terkait nilai tukar rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan itu membawa mata uang Paman Sam Tersebut berhasil tembus Ke level Rp 17.300-an Per 1 USD.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional.
Rupiah Turun Sekitar 3,54% Sejak Awal Tahun,Selain Rupiah Pun Ada Beberapa Mata Uang Yang Makin Hari Kian Melemah Seperti Dong .
Indonesia Berada Di Posisi Ke 5 Mata Uang Terlemah Di Dunia Urutan No 1 Rial Iran, Satu Dollar 1,3 Juta
Sampai Saat Ini Bank Indonesia Masih Terus Meningkatkan Intervensi Agar Jaga Kestabilan Rupiah Serta memperkuat Suku Bunga Instrumen Moneter Pro Market.
Moneter Promarket Berguna Untuk menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah Yang Tak Kunjung Selesai.
Cadangan Devisa Negara Masih Tetap Berada Di Level Kuat Sebesar US$148,2 miliar pada akhir Maret 2026.
