Pembicaran Megawati bersama rombongan dengan Sri Sultan berlangsung selama 3,5 jam.
Megawati dan rombongan tiba sekitar pukul 19.15 WIB di Kraton Jogja,
Sri Sultan yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyambut kehadiran Megawati dan rombongan didampingi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas.
Sri Sultan dan GKR Hemas menyalami Megawati dan rombongan, lalu Sri Sultan pun mengenalkan putri nomor dua Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono dan putri nomor lima atau bungsu Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara serta mantu nomor tiga Sri Sultan, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Purbodiningrat.
Megawati hadir di Kraton Jogja bersama putranya M. Prananda Prabowo dan istri Nancy Prabowo, cucunya Pinka Hapsari, dua keponakan Puti Soekarno dan Romy Soekarno serta politisi PDIP Bintang Puspayoga.
Megawati dan rombongan dijamu dengan minum jamuan wedang semlo yang terbuat dari pisang, jahe, kayu manis, gula jawa, daun pandan dan sereh. Minuman tersebut merupakan minuman favorit Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Sri Sultan mengajak Megawati dan rombongan untuk makan malam di Pendopo Kraton Kilen. Sri Sultan dan GKR Hemas duduk semeja bersama Megawati, M. Prananda Prabowo dan istri Nancy Prabowo, dan GKR Condrokirono.
Pertemuan Megawati Memiliki Makna Simbolis Yang Kuat Sebagai Salah Satu Pusat Sejarah Perjuangan Indonesia.
Sejumlah Pengamat Politik Pertemuan Ini Bukan Hanya Sekear Pertemuan Biasa Melainkan Memiliki Pesan Moral Di Tengah Dinamika Politik
Masyarakat Yogyakarta Menyambut Positif,pertemuan Itu Penting Untuk Menjaga Stabilitas Sosial Dan Memperkuat Budaya.
