Jakarta – Para Insyinyur Di Indonesia (PII) berharap pemerintah Melibatkan Insyinyur Sebagai Bahan Evaluasi Atas tragedi tabrakan kereta Di Bekasi Timur.
“Kami berharap kepada otoritas yang berwenang atas pengelolaan transportasi perkeretaapian, menjadikan peristiwa kecelakaan ini sebagai momentum untuk melakukan evaluasi secara komprehensif,Ucap Ketum PII
Selain itu, Ilham mengajak semua pihak untuk menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai faktor-faktor yang menyebabkan tragedi tersebut.
Senada dengan Ilham, Ketua Badan Kejuruan Teknik Perkeretaapian PII Hermanto Dwiatmoko mengatakan insiden tersebut harus menjadi evaluasi besar bagi pemerintah dengan melakukan investigasi secara teknis maupun nonteknis.
“Kami mendorong adanya investigasi teknis yang komprehensif. Kami mengawal proses evaluasi ini agar akar masalah, baik dari sisi human error (kelalaian manusia)”
sejumlah hal yang dapat dilakukan pemangku kepentingan terkait, seperti KNKT maupun PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero), dalam mengambil kebijakan pascatragedi tersebut.
Pertama, implementasi teknologi automatic train protection (ATP) secara bertahap pada jalur kereta api dan seluruh armada, baik lokomotif, kereta rel listrik (KRL), dan kereta rel diesel (KRD).
Aspek Keselamatan Tak Hanya Dari Prosedur Manual Tetapi Harus Juga Menggunakan Teknologi Modern.
Teknologi itu krusial untuk mencegah tabrakan dengan melakukan pengereman otomatis jika terjadi pelanggaran sinyal atau batas kecepatan.
Pada Kesempatan Berbeda Presiden Prabowo Telah Menyiapkan Anggaran Sebesar 4 Triliun Untuk Membangun Kembali Perlintasan Kereta Api Di Pulau Jawa.
Dalam Perencanaan Tersebut PII Siap Untuk Membantu Pemerintah Dalam Memperbaiki Jalur Kereta Api Agar Lebih Safety Serta Kejadian Tidak Terulang Kembali.
