Jakarta – Rupiah Kembali Melemah Pada hari Selasa ini,melemah 32 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.243 per dolar AS,Sebelumnya Rupiah Mengalami Penguatan Sekitar 0,13 persen
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi Oleh kebuntuan resolusi konflik antara Iran dengan AS.
Kebuntuan Konflik AS Setelah Gagalnya Bernegosiasi Kedua Belah Pihak Di Pakistan Pada Tanggal 11 April 2025.
Namun Iran disebut menawarkan proposal baru pada pekan ini, namun sebagian besar pihak di Washington Merasa skeptis Dengan Proposal Buatan Iran.
Isi Proposal ,Iran Akan Membuka Selat Hormuz Namun Dengan Syarat Menunda Pembahasan Program Nuklir Iran.
Presiden AS Donald Trump tak senang dengan proposal terbaru Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang.
“Ketidakpuasan Trump terhadap tawaran Iran membuat konflik tersebut buntu, dengan Iran menutup arus pelayaran melalui Selat Hormuz,.
Kondisi itu memicu kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global serta memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed.
Situasi tersebut juga memunculkan ekspektasi bahwa The Fed kemungkinan akan mengambil langkah kebijakan yang lebih hati-hati.
Sentimen negatif lainnya datang dari keputusan Uni Emirat Arab yang memutuskan keluar dari tau OPEC dan OPEC+.
Keputusan Tersebut Dijadwalkan Akan Berlaku Mulai 1 mei 2026
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.245 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.227 per dolar AS.
Pelemahan Rupiah Masih Akan Berlanjut Jika AS-Iran Tidak Menyelesaikan Permasalahannya Yakni Pemeberhentian Program Nuklir Buatan Iran.
