Jakarta-Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau 2026 lebih kering dibandingkan rata-rata 30 tahun terakhir.Meski Demikian Kemarau Tahun 2026 Tidak Termasuk Kategori Kemarau Paling Extrem Sepanjang Sejarah.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Rajab, menegaskan bahwa istilah seperti “El Nino Godzilla” atau “kemarau terparah” tidak tepat secara ilmiah.
Namun Bmkg Telah Mecatat Musim Kemarau Paling Kering Ditahun 1997 Dan 2015.
Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) juga mencatat musim kemarau tahun ini beriringan dengan fenomena El Nino. Ia memprakirakan El Nino mulai aktif pada akhir April hingga awal Mei 2026. Intensitas awal lemah dan meningkat menjadi moderat pada triwulan ketiga.
Masih berdasarkan catatan BMKG, durasi kemarau diperkirakan mencapai 13-15 dasarian atau lebih panjang dari kondisi normal. Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan meteorologis.
berkurangnya ketersediaan air bersih, gangguan irigasi, hingga kebakaran hutan dan lahan.Terkait Ketersediaan Air Pemerintah Menjamin Aman Kondisi Air.
Adapun Daerah Yang Masih Dalam Tahap Peralihan Musim Hujan Ke Musim Kemarau Yakni Jawa Barat,Kondisi Tersebut masih memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Jawa Barat Dan Sekitarnya.
Dampak Dari Daerah Peralihan Musim Hujan Ke Musim Kemarau ini beragam. Ada wilayah yang disertai angin kencang hingga disertai hujan lebat dengan petir.Dengan Masih Hujan Lebat Di Sekitar Wilayah Transisi,Masyarakat Dihimbau Untuk Ber Hati-Hati Dalam Berkendara Serta Meneduh Di Tempat aman.
