Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun dua Jalan layang (flyover) baru, yakni di Jalan Latumenten.
Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di perlintasan kereta api Di Wilayah Jakarta.
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, mengatakan dua jalan layang ini dipilih dari tujuh lokasi yang sudah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Sementara Ada lima lokasi lainnya merujuk data Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yakni di Tanjung Priok, Semanan, Lenteng Agung-Srengseng Sawah, Pejompongan, dan Panjang.
Nantinya Titik Lokasi Pembangunan Flyover Akan Di Tambahkan Sambil Menunggu Arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Komitmen ini telah diwujudkan dengan memasukkan rencana pemindahan perlintasan sebidang ke dalam rencana tata ruang wilayah
(RTRW), RPJMD dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sementara flyover Bintaro Puspita direncanakan memiliki panjang 441 meter dengan ROW 9 meter dan dibangun untuk mengatasi kemacetan.
di perlintasan kereta api di kawasan Bintaro Selain Rawan Kemacetan Flyofer Berguna Untuk Meminimalisir Kecelakan DI jakarta
PT KAI Daop 1 Jakarta menegaskan bahwa perlintasan liar kereta api berisiko tinggi terjadi kecelakaan.
Merujuk data PT KAI, sebanyak 40 titik perlintasan kereta api sebidang liar telah ditutup sejak tahun 2023 hingga awal 2025.
Di tutup karena membahayakan keselamatan pejalan kaki maupun perjalanan kereta api.Terbangunnya Flyover Sangat Membantu Bagi para Pejalan Kaki
Dari Jumlah Data Tersebut Ada Sejumlah 15 Titik Perlintasan Kereta Liar Ditutup Pada Tahun 2023,2024 Ada 24 Titik Serta Baru Ada 1 Titik Ynag Ditutup Pada Tahun 2025 Lalu.
