Kesepakatan Damai Iran-AS Semakin Dekat Yang Tentunya Harga Minyak Global Langsung Mengalami Penurunan Sebesar 6 Persen.
Baca Juga:Timnas Indonesia Turunkan Line Up Jelang Fifa Matchday – liputananalis.com
Perkembangan Ini Disambut Positif Oleh Pelaku Pasar Global Dalam Beberapa Bulan Terakhir Mengalami Ketidakpastian Ketegangan Geopolitik Di Timur Tengah
Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun USD 5,85, atau 5,7 persen, menjadi USD 97,69 per barel pada pukul 03.43 GMT.
Sementara untuk minyak West Texas Intermediate AS berada di USD 90,85 per barel, turun USD 5,75, atau 6 persen.
Pada hari Sabtu lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington dan Iran telah ‘sebagian besar merundingkan’ pemahaman tentang kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz.
“Terlepas dari semua peringatan dan risiko yang tersisa pada kesepakatan damai dan Selat Hormuz, sekarang ada titik terang di ujung terowongan, yang akan membawa kelegaan harga minyak jangka pendek,” kata analis MST Marquee Saul Kavonic.
Namun, kedua belah pihak tetap berselisih mengenai beberapa masalah sulit, dengan Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia telah memberi tahu para perwakilannya untuk tidak terburu-buru dalam kesepakatan apa pun dengan Iran.
Baca Juga:Daftar lengkap komoditas yang kena kebijakan ekspor satu pintu
“Kita pernah berada di tahap ini sebelumnya, hanya untuk melihat pembicaraan terhenti. Oleh karena itu, pasar kemungkinan akan lebih berhati-hati tentang reaksi berlebihan,” kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas di ING.
Analis memperkirakan kembalinya aliran minyak normal melalui selat tersebut akan memakan waktu berbulan-bulan, sementara fasilitas minyak dan gas yang rusak diperbaiki.
Bagi Indonesia Sebagai Pengimpor Minyak Suatu Keuntungan Dapat Membantu Mengurangi Tekanan Terhadap Neraca Perdagangan.
Harapan Perdamaian Antara Iran-Amerika Menjadi Faktor Penting Yang Mampu Mengubah Sentimen Pasar Serta Menekan Harga Energi.
